Penyebab Nyeri Haid

Penyebab Nyeri Haid kadang kurang kita ketahui, padahal kurang lebih 75 % wanita mengalami nyeri haid atau dismenorea (istilah medis untuk nyeri haid) disaat haid sepanjang usia reproduktifnya. Sebenarnya setiap wanita haid mengalami nyeri haid (dismenorea),  terutama pada awal haid. Tapi tidak semua wanita mengalami kadar nyeri yang sama. Tergantung kondisi fisik dan kejiwaan seorang wanita itu sendiri.
Nyeri haid atau dismenorea adalah nyeri kejang otot (spasmodik) diperut bagian bawah dan menyebar kesisi dalam paha atau bagian bawah pinggang yang terjadi menjelang haid atau selama haid akibat kontraksi otot rahim.
Penyebab nyeri haid:
Nyeri haid terjadi karna  konstraksi rahim atau iskemia otot rahim, lepasnya dinding rahim akibat peningkatan prostaglandin.
Selain itu nyeri haid karena faktor hormonal, psikis atau kecemasan berlebihan. Maka tidak heran bila emosi wanita sering susah ditebak. Kadang  begitu tegar menghadapi berbagai masalah dan cobaan namun kadang begitu rapuh menghadapi masalah yang sepele saja.
Dismenoria dikategorikan menjadi 2 jenis. Dismenoria PRIMER dan SEKUNDER.
Nyeri haid PRIMER adalah perasaan sakit dibagian perut bawah yang terjadi karena ketidak seimbangan hormon, tanpa kelainan organ dalam pelvis. Nyeri primer akan dialami oleh sebagian besar wanita normal. Menurut Dr.Boy di Indonesia kejadian seperti ini dialami oleh 54,89 persen wanita usia produktif, yakni 3 s/d 6 tahun setelah haid pertama
Nyeri haid SEKUNDER ditandai dengan adanya kelainan organ dalam pelvis. Hal seperti ini harus dilakukan pemeriksaan yang serius. Mungkin ada kista, mioma atau tumor di rahim.
Kedua jenis dismenorea memiliki gejala yang sama seperti:
– Kram perut berat pada awal menstruasi dan berlangsung tiga hari
– Diare
– Sering buang air kecil
– Berkeringat
– Rasa nyeri panggul yang menjalar ke bagian atas paha dan punggung
– Perut kembung
– Nyeri punggung
– Mual dan muntah
Nyeri haid diduga terkait dengan produksi hormon progesteron yang meningkat. Hormon progesteron dihasilkan oleh jaringan ikat kelenjar indung telur (corpus luteum) setelah melepaskan sel telur matang setiap bulan.
Hormon tersebut memperbesar ketegangan mulut rahim hingga lubang mulut rahim menjadi sempit, akibatnya otot-otot rahim lebih kuat berkontraksi untuk dapat mengeluarkan darah haid melalui mulut rahim yang sempit. Kontraksi otot rahim yang menyebabkan kejang otot yang dirasakan sebagai nyeri
Dismenorea pun dapat dipandang sebagai persalinan kecil dengan adanya prostaglandin yang menimbulkan kejang otot rahim menyerupai nyeri kram saat melahirkan. Nyeri juga dapat timbul akibat sejumlah kecil darah haid mengalir kembali ke tuba fallopi yang menimbulkan iritasi. Tapi janganlah terlalu dikhawatirkan asalkan kita sudah mengetahui Penyebab Nyeri Haid akan semakin mudah kita meminimalisasi  rasa nyeri haid. Dan perlu kita ketahui Keluhan nyeri haid akan berkurang atau malahan hilang setelah kehamilan atau melahirkan anak pertama. Baca juga tentang Lancar haid, semoga bermanfaat , salam sehat selalu…

Related Post "Penyebab Nyeri Haid"

Haid Lancar secara Alami
Lancar Haid ?.. mungkin ini barangkali ya,