Ibu Hamil Puasa diperbolehkan

Ibu Hamil Puasa diperbolehkan asalkan sang Ibu kuat dan mampu menjalankannya dan tidak membahayakan bagi si Janin yang ada di dalam kandungan.
Kondisi Janin dalam kandungan, biasanya menjadi kekhawatiran bagi  ibu  hamil untuk menjalankan puasa Ramadhan. Para Ibu takut jika selama berpuasa kebutuhan janin tidak akan terpenuhi dan perkembangan janin pun akan terganggu.
Sebenarnya, puasa tidak berpengaruh terhadap kesehatan tubuh. Karena amannya berpuasa ini, bahkan perempuan  hamil tetap diperbolehkan menjalankan ibadah Puasa.

Puasa tidak memengaruhi kondisi janin dalam kandungan, justru yang terpengaruh adalah kondisi ibunya sendiri, apakah ibu sehat selama menjalankan ibadah puasa atau tidak. Karena bayi dalam kandungan tidak terpengaruh secara langsung berkaitan dengan kegiatan pola makan yang dilakukan ibu. Bayi dalam kandungan mendapat asupan makanan dari plasenta atau ariari lewat aliran darah dan langsung menyebar ke seluruh tubuh. Sebelumnya dengan dipompa terlebih dahulu lewat jantung, kemudian barulah disalurkan.
Puasa bagi ibu hamil sebenarnya mengandung banyak makna, bukan sekadar menggugurkan kewajibannya sebagai seorang muslim. Lebih dari itu, puasa adalah sebagai pelatihan bagi janin selama dalam kandungan. Semenjak dalam kandungan sudah kita ajarkan berpuasa, kita kenalkan dengan Alloh swt yang Maha Kuasa. Tentunya kita berharap agar kelak ia menjadi anak yang sholeh dan sholekhah.
Ibu hamil biasanya mengalami mual dan muntah, Nah pada kondisi seperti ini ibu tidak kuat, sebaiknya Ibu hamil memutuskan untuk membatalkan puasanya.
Sedangkan Ibu hamil yang tidak diperbolehkan puasa jika ibu hamil mempunyai  Keluhan penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, kencing manis, ataupun gangguan pencernaan. Ibu hamil pun harus mengenali isyarat tubuh. Bila merasa sangat lelah, pusing, gemetaran, mual, dan demam yang merupakan gejala berkurangnya kadar gula dalam darah (hipoglikemia), maka boleh saja membatalkan puasanya.

Secara Rasional Puasa, sematamata hanyalah memindahkan waktu makan. Dari siang ke malam. Namun, selama berpuasa asupan gizi dan kalori tetap dibuat sama dengan saat tidak berpuasa, yaitu gizi seimbang dengan komposisi 50 persen karbohidrat, 30 persen protein, dan 10-20 persen lemak. Hanya waktunya yang dipindah, semua asupan dipenuhi pada saat sahur, berbuka puasa, dan waktu antara berbuka dan sahur.

Cara menyiasatinya di antaranya perbanyak minum, baik sewaktu sahur dan berbuka puasa untuk menambah cairan dalam tubuh.

Masalah konsumsi cairan selama puasa itu, pada dasarnya puasa bagi ibu hamil sama dengan ibu menyusui. Sang ibu harus pandai-pandai memperbanyak cairan dalam tubuh ketika berbuka puasa atau sahur. Semoga bagi ibu yang sedang Hamil di Bulan puasa Ramadhan ini, bisa memahami kalau sebenarnya Ibu Hamil Puasa diperbolehkan. Baca juga tentang Fidyah Puasa ibuhamil dan menyusui

Related Post "Ibu Hamil Puasa diperbolehkan"

Tips perawatan rambut muslimah berjilbab
Tips perawatan rambut muslimah berjilbab,  seharusnya kita
Saat Puasa tetap Segar Bugar dan Cantik
Saat Puasa tetap Cantik Segar dan Bugar
Yang membatalkan Puasa yang harus kita ketahui
Yang membatalkan Puasa yang harus kita ketahui,
Bacaan bilal Tarawih dan Doa Tarawih arab dan latin
Bacaan bilal Tarawih dan Doa Tarawih arab